Sabtu, 21 April 2012

Berdialog dengan "satu detik"

Pada suatu hari aku duduk dan menghadapkan hati ini ke Hadirat Allah 
sambil menyesali renangan usia yang telah ku lewati.
kupanggil satu detik dari waktu hidupku. aku katakan kepadanya :

  • Aku harap agar engkau mau kembali lagi kepadaku, suapaya ku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebajikan.
* sesunngguhnya tidak ada waktu yang sudi berkompromi untuk beerhenti.
  • wahai detik ... aku memohon, kembalilah padaku agar aku apat menfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada dirimu. 
 * bagaimana aku dapat kembali padamu , padahal aku telah tertutup oleh perbuatan-perbuatanmu !
  • coba lakukan hal yang mustahil itu dapat kembali padaku. betapa banyak detik-detik selain kamu yang telah aku sia-siakan?
 * seandainya kekuasaan ada ditanganku , pastilah aku akan kembali padamu, namun tiada kehidpuan bagiku. dan itu terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada Allah SWT.
  • apakah mustahil , jika engkau kembali lagi kepadaku, padahal saat ini engkau sedang berbicara padaku? 
* sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia, ada yang dapat menjadi kawan setianya dan ada kalanya ia menjadi musuh besarnya. aku adalah temasuk detik-detik yang menjadi musuhmudan yang akan menjadi saksi atas kamu dihari kiamat kelak. mungkinkah akan bertemu, dua orang yang saling bermusuhan? 
  • aduh , alangkah menyesalnya aku . betapa aku sering menyia-nyiakan detik-detik dalam perjalanan hidupku! tetapi sekali lagi aku mohon sekiranya engkau sudi kemali padaku , niscaya aku akan beramal shaleh"didalamnu" yang pernah aku tinggalkan.
 ( maka detikpun terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. aku pun lantas memanggilnya)
  • wahai detik, tidakkah engkau mendengar panggilanku ? kumohon... jawablah ...
* wahai orang yang lalai akan dirinya, wahai orang yang menyia-nyiakan waktu ...... tahukah kamu? saat ini , demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya kamu telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu. mungkinkah engkau dapat mengemballikan mereka pula ? namun aku hanya dapat berpesan kepadamu, " sesungguhnya segala perbuatan yang baik itu enghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk".


Maka , wahai sahabatku bersegeralah ...., beramalah, bersungguh-sungguhlah, bertaqwalah kepada Allah dimanaun engkau berada. ikutilah perbuatan buruk itu dengan pebuatan baik, niscaya perbuata baik itu akan menghapusnya, dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.